Ukuran yang menunjukkan hazard (bahaya) dihitung berdasarkan probabilitas spasial, frekuensi dan kekuatan (magnitude) dari suatu fenomena alam seperti gempabumi, banjir, letusan gunungapi, dan lainnya terhadap vulnerability (kerentanan) dihitung berdasarkan parameter sosial budaya, ekonomi, fisik dan lingkungan dan komponen Capacity (kapasitas) dinilai dengan menggunakan pendekatan tingkat ketahanan daerah.
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis (IRBI Tahun 2013, BNPB).
Ukuran yang menunjukkan hazard (bahaya) dihitung berdasarkan probabilitas spasial. frekuensi dan kekuatan (magnitude) dari suatu fenomena alam seperti gempabumi. banjir. letusan gunungapi. dan lainnya terhadap vulnerability (kerentanan) dihitung berdasarkan parameter sosial budaya. ekonomi. fisik dan lingkungan dan komponen Capacity (kapasitas) dinilai dengan menggunakan pendekatan tingkat ketahanan daerah.
Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi. tsunami. gunung meletus. banjir. kekeringan. angin topan. dan tanah longsor.
Jumlah relawan desa tangguh bencana (destana) di Kab. Wonogiri
DESTANA merupakan desa/kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana. serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. jika terkena bencana. Destana memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.
Jumlah unit SAR di Kab. Wonogiri (Bekerja sama dengan BPBD)
SAR adalah unit untuk melakukan percarian. pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami baik manusia maupun harta benda yang berharga lainnya.